https://gowa.times.co.id/
Ekonomi

Pasar Rakyat Oro-oro Dowo Malang, Simbol Transformasi Pasar Tradisional Menuju Modernitas

Kamis, 27 Februari 2025 - 14:00
Pasar Rakyat Oro-oro Dowo Malang, Simbol Transformasi Pasar Tradisional Menuju Modernitas Tampilan dentitas Pasar Oro-oro dowo Kota Malang (FOTO: Claresta Faustina Fedora /TIMES Indonesia)

TIMES GOWA, MALANG – Apa yang Anda bayangkan jika mendengar kata pasar tradisional? Banyak yang sepakat pasar tradisional identik dengan kondisi kumuh, kotor dan beraroma tak sedap. Namun, kunjungi Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo Malang dan bayangan tersebut seketika luntur karena kondisinya yang besih dan nyaman.

Sejak diresmikan pada 1 April 2016 oleh Menteri Perdagangan RI, Thomas T. Lembong, Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo telah mengalami transformasi menyeluruh.

Terletak di lokasi strategis Jl Guntur 20, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pasar ini memadukan kearifan lokal dengan inovasi teknologi modern yang canggih, menjadikannya destinasi unggulan bagi para pembeli dan penikmat kuliner.

Transformasi Pasar

Pasar-Oro-oro-Dowo-3.jpgTroli di Pasar Oro-oro Dowo melengkapi citra dan fasilitas modern (FOTO: Claresta Faustina Fedora /TIMES Indonesia)

Perombakan total dilakukan pada tata letak pasar sehingga kini tampak lebih rapi dan bersih. Fasilitas modern seperti mesin timbangan digital telah diintegrasikan untuk memastikan setiap transaksi berjalan akurat dan transparan.

Sistem pembayaran melalui QRIS pun memudahkan transaksi tanpa harus repot membawa uang tunai, sementara troli belanja disediakan untuk membantu pengunjung mengangkut barang belanjaan mereka dengan mudah.

Tak hanya itu, sekarang di area pasar sudah pula diberi petunjuk pe rbagian, misal khusus daging ,sayur ,buah dan lain lain. Itu saja? Tentu tidak, karena ada pula petugas kebersihan yang selalu siap membuat pasar menjadi teratur rapi. 

Kebersihan yang terjaga menjadi sorotan utama di Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo. Dengan kehadiran petugas kebersihan yang rutin merapikan setiap sudut, suasana pasar berubah drastis. Dari kesan kumuh dan beraroma tidak sedap menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan.

Hal ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha di pasar. Dini, salah satu pedagang ayam di pasar ini mengungkapkan hal itu.

"Pasar sekarang jauh lebih bersih dan tidak becek ,tidak bau ,dan tidak kumuh . Suasana yang tertata rapi membuat pembeli merasa nyaman, sehingga penjualan kami pun meningkat dari sebelumnya," ucap Dini.

Ruang Wisata Kuliner

Transformasi tidak hanya menyentuh aspek fisik pasar, tetapi juga menghidupkan kembali budaya kuliner tradisional yang kini semakin vira karena banyak yang review dan penasaran yang dulunya bisa dikatan sepi . 

Ecca, seorang pengunjung dari Surabaya, bercerita tentang pengalamannya di Pasar Rakyat Oro-oro Dowo,

"Saya rela datang jauh-jauh dari Surabaya untuk menikmati kuliner legendaris di sini. Lumpurnya, meskipun harus menunggu satu jam, rasanya enak banget dan harganya cuma 7 ribu per piece," tuturnya.

"Bakso gorengnya dengan harga Rp3.500, ukurannya lumayan besar juga bisa membuat kenyang dan nggak kalah lezat," imbuhnya.

Fasilitas yang lengkap dan kebersihan pasar juga membuat kunjungan Ecca sangat berkesan. "Tidak kapok untuk kembali ke sini lagi meskipun berjam-jam di sini gak kerasa karena nyaman banget kuliner dan suasananya," ucap Ecca.

Manajemen Pedagang

Pasar-Oro-oro-Dowo-2.jpgDini, penjual ayam di Pasar Oro-oro Dowo tengah menggelar dagangannya (FOTO: Claresta Faustina Fedora /TIMES Indonesia)

Selain peningkatan pada fasilitas dan kebersihan, pengelola pasar bekerja sama dengan pemerintah melakukan peningkatan SDM melalui program pembinaan dan edukasi bagi para pedagang.

Pelatihan mengenai manajemen produk, kebersihan dan pelayanan telah menghasilkan peningkatan kualitas yang signifikan. Berkat upaya tersebut, Pasar Rakyat Oro-Oro Dowo memperoleh sertifikasi produk dari UPT PSMB-LT Jember serta penghargaan Pasar Tertib Ukur pada 2017.

Transformasi yang menyeluruh ini membuktikan bahwa dengan inovasi dan komitmen, pasar tradisional pun dapat beradaptasi dan bersaing dengan ritel modern tanpa kehilangan sentuhan budaya lokal.

Pasar Rakyat Oro-oro Dowo Malang kini tidak hanya menjadi pusat interaksi ekonomi, tetapi juga destinasi kuliner dan sosial yang mengundang pengunjung dari berbagai daerah untuk menikmati pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan penuh kehangatan. (*)

Pewarta : Claresta Faustina Fedora (Magang MBKM)
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Gowa just now

Welcome to TIMES Gowa

TIMES Gowa is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.